• Audiensi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diwakili oleh Deputi Bidang Pencegahan, Bapak Lilik Kurniawan beserta jajarannya menemui Ketua Umum DWP Ibu Ernie Tjahjo Kumolo, Sekjen DWP Ibu Endang F. Atmaji beserta beberapa pengurus DWP Pusat di Gedung DWP Pusat, Jakarta Selatan, Selasa (03/03/2020) dalam rangka penyampaian......

  • Audiensi Femina

    Perwakilan Femina Group, Ibu Svida Alijsahbana (CEO Femina Group), Ibu Sari Wardi, dan Ibu  Yosepti menemui Ketua Umum DWP Ibu Erni Tjahjo Kumolo beserta Ibu Endang F. Atmaji (Sekjen DWP), Ibu Ninuk Zudan AF (Ketua III DWPP) dan Ibu D. Sasanti Sidharta (Kepala Bagian Organisasi)......

  • Bakti Sosial DWP Peduli Bersama Lawan Covid-19

    Jakarta, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat telah menyelenggarakan bakti sosial bertemakan “DWP Peduli Bersama Lawan Covid-19” hari kamis, 23 April 2020 di kantor DWP Pusat, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat telah menyelenggarakan bakti sosial bertemakan “DWP Peduli Bersama Lawan Covid-19″ di Kantor DWP Pusat, Jakarta. “Kegiatan......

  • Cegah Stunting Untuk Generasi Berkualitas

    Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-92  dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-21,  Dharma Wanita Persatuan BKKBN  menyelenggarakan webinar dengan tema “Cegah Stunting Untuk Generasi Berkualitas”, Senin 28 Desember 2020.   Ketua  Dharma Wanita Persatuan BKKBN, dr. Dwikisworo Setyowireni, Sp.A (K) menjelaskan bahwa 1 dari 3......

  • GERAKAN BERWAKAF di MASA PANDEMI”

      CWLS, sebagai salah satu intrumen investasi dimana imbal hasilnya digunakan untuk berwakaf, Dharma Wanita Persatuan Kementerian Keuangan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR), mengadakan webinar edukasi dan sosialisasi Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), dengan tema “Gerakan Berwakaf di masa Pandemi”. Sekaligus......

Cegah Stunting Untuk Generasi Berkualitas

Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-92  dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-21,  Dharma Wanita Persatuan BKKBN  menyelenggarakan webinar dengan tema “Cegah Stunting Untuk Generasi Berkualitas”, Senin 28 Desember 2020.

 

Ketua  Dharma Wanita Persatuan BKKBN, dr. Dwikisworo Setyowireni, Sp.A (K) menjelaskan bahwa 1 dari 3 balita Indonesia menderita stunting yaitu masalah kurang gizi kronis yang di tandai dengan tubuh pendek.

Oleh karena itu sangatlah penting untuk memantau pertumbuhan balita, terpenuhinya air bersih dan sanitasi, menjaga kebersihan lingkungan, memenuhi zat gizi bagi ibu hamil dan pemberin asi ekslusif selama 6 bulan.

 

Dalam kesempatan itu  Ketua Umum Ketua  Dharma Wanita Persatuan, Erni Tjahjo Kumolo menyampaikan Indonesia juga masih menghadapi tantangan permasalahan gizi buruk, khususnya stunting yang dikhawatirkan akan jadi lebih buruk lagi akibat pandemi Covid-19 ini.

Masalah stunting bagi balita di Indonesia tergolong kronis, untuk itu diperlukan upaya agar angka stunting dapat menurunkan. Tentunya upaya ini  harus kita dukung bersama demi keberlangsungan generasi unggul untuk mewujudkan Indonesia maju.

 

 

Hadir dalam acara ini Kepala BKKBN RI, Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), yang  mengharapkan Dharma Wanita Persatuan dapat berperan dalam penurunan angka stunting, karena setiap tahunnya sebanyak 23 % bayi lahir dengan panjang dang berat badan dibawah standar. Oleh karena itu asupan gizi dan kesiapan sebelum dan selama kehamilan sangatlah penting, selain itu juga yang tidak kalah penting adalah jarak kehamilan.

 

 

 

Acara puncak adalah sesi materi seminar, diawali oleh Deputi Lalitbang BKKBN-RI, Prof. Drh. M. Rizal Martua Damanik, MrepSc, PhD. Dijelaskan dampak stunting sangatlah besar , penurunan kemampuan kognitif,  gangguan pertumbuhan dan perkembangan, Untuk itu sangatlah penting mempersiapkan lingkungan dalam rahim yang optimal, meningkatkan status gizi dan kesehatan ibu atau calon ibu.

 

 

Materi kedua disampaikan Ketua TP PKK Provinsi maluku, Widya Pratiwi Murad, “Didalam penanggulangan stunting di Maluku telah dilakukan beberapa upaya, seperti  menciptakan figur Duta/ibu parenting untuk merubah perilaku masyarakat yang dimulai dari unsur terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga, posyandu adalah entry point penanggulangan stunting dimasyarakat”

 

 

Menutup webinar ini, Ketua Badan Pengurus Pusat AKU Sejahtera, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi turut menjelaskan  bahwa di DIY ada sekitar 10 desa yang penduduknya mempunyai masalah stunting dan itu sudah berlangsung lama.

Hal ini karena keberadaan posyandu yang mulai berkurang selain itu banyak pasangan usia muda yang belum memahami fungsi dari  asam folat. Ibu-ibu yang mengandung hanya mengkonsumsi vitamin dan kalsium saja, padahal disaat mengandung asupan yang wajib dikonsumsi adalah asam folat agar bayi dapat berkembang dengan sempurna saat dalam kandungan.

 

Bagikan ke :
Tidak ada komentar

Berikan komentar

Kolom komentar
Nama
Email
Website

× Chat via Whatsapp