• Audiensi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diwakili oleh Deputi Bidang Pencegahan, Bapak Lilik Kurniawan beserta jajarannya menemui Ketua Umum DWP Ibu Ernie Tjahjo Kumolo, Sekjen DWP Ibu Endang F. Atmaji beserta beberapa pengurus DWP Pusat di Gedung DWP Pusat, Jakarta Selatan, Selasa (03/03/2020) dalam rangka penyampaian......

  • Audiensi Femina

    Perwakilan Femina Group, Ibu Svida Alijsahbana (CEO Femina Group), Ibu Sari Wardi, dan Ibu  Yosepti menemui Ketua Umum DWP Ibu Erni Tjahjo Kumolo beserta Ibu Endang F. Atmaji (Sekjen DWP), Ibu Ninuk Zudan AF (Ketua III DWPP) dan Ibu D. Sasanti Sidharta (Kepala Bagian Organisasi)......

  • Bakti Sosial DWP Peduli Bersama Lawan Covid-19

    Jakarta, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat telah menyelenggarakan bakti sosial bertemakan “DWP Peduli Bersama Lawan Covid-19” hari kamis, 23 April 2020 di kantor DWP Pusat, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat telah menyelenggarakan bakti sosial bertemakan “DWP Peduli Bersama Lawan Covid-19″ di Kantor DWP Pusat, Jakarta. “Kegiatan......

  • Berkebun di Era New Normal Covid-19 untuk Ketahanan Pangan Keluarga

        Untuk memperingati hari Kartini tahun 2021, Dharma Wanita Persatuan Pusat bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, menyelenggarakan webinar dengan tema “ Berkebun di Era New Normal Covid-19 untuk Ketahanan Pangan Keluarga.” Webinar diselenggarakan secara virtual, Kamis 15 April 2021.   Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan,......

  • Berpalinglah kepada Sang Hidup

      Dalam rangka memperingati kebangkitan Isa Almasih, Persekutuan Doa Oikoumene Adriella merayakan paskah selain dengan melakukan bakti sosial juga dalam bentuk ibadah paskah secara virtual, Rabu 14 April 2021.   Tema yang diusung kali ini adalah ” Berpalinglah kepada Sang Hidup”   Ketua Umum Dharma......

Pelatihan Daring BISA ( Bahagia Minim Sampah)

Pelatihan Daring dengan tema BISA (Bahagia Minim Sampah), kerjasama Dharma Wanita Persatuan dengan Direktorat Jendral PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan , Jumat 2 Oktober 2020 telah memasuki sesi kedua, untuk melaksanakan missi ke-3, dari empat rangkaian sesi pelatihan.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Ambarwati Bambang Hendroyono, dalam sambutannya mengatakan dengan saling berbagi informasi maka diharapkan dapat memotivasi dan memberikan semangat kepada seluruh peserta, selain itu juga dapat memberikan edukasi dan menambah wawasan kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan.

Dilanjutkan dengan sambutan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Siti Nurbaya, dikatakan bahwa persoalan sampah di Indonesia belumlah selesai dan menjadi tantangan yang sangat berat bagi kita semua namun kita harus optimis dapat menyelesaikan permasalahan sampah tersebut.
Agar kita dapat maju maka manfaatkanlah kesempatan pelatihan ini sehingga kita dapat memahami bagaimana mengelola sampah lebih baik lagi dan Indonesia dapat menjadi bersih dan sehat.

Pada sesi 2 ini Ibu Shanti Syahrir turut menjelaskan materi “Cegah Sampah”, dimana cara yang paling mudah adalah dengan Berani tolak sampah, yaitu tolak barang sekali pakai, tolak jajanan dengan bungkus selain daun, tolak sedotan plastik.
Dalam pengelolaan kompos juga terdapat tantangan ataupu hambatan, diantaranya membuat rumah menjadi penuh karena harus menyimpan sementara hasil pilahan, sulit mencari pihak ke 3 yang akan menerima.

Pemateri pertama adalah Ibu Irma Yeny , menurut Ibu Irma untuk mengurangi sampah banyak yang dapat dilakukan diantaranya, membawa kotak makan sendiri, stop kantong kresek, stop membeli tisue, tolak styrofoam, membuat lubang biopori.
Selain itu juga diperlukan perencanaan dalam berbelanja selain lebih hemat juga dapat membuat sampah lebih terkendali lagi.

Dilanjutkan dengan pemaparan oleh Ibu Nina Pierre, yang mempunyai program” 30 hari kurangi sampah, bisa ?”. Menurut Ibu Nina untuk memulai kebiasaan yang baik dimulai dari diri sendiri sehingga akan menularkan melalui semua kegiatan yang dilakukan sehari-hari.

Pemaparan terakhir dibawakan oleh Ibu Fadjar Satyani, dijelaskan bahwa pada bulan Ramadhan justru sampah meningkat 30 % di bandingkan dengan bulan biasa hal itu disebabkan karena perilaku manusia di saat berbuka puasa (mengemas makanan & minuman dg sterafoam, mika, plastik). Untuk mengurangi penumpukan sampah modal yang terpenting adalah pengendalian diri.

Acara ditutup dengan foto bersama.

 

Bagikan ke :
Tidak ada komentar

Berikan komentar

Kolom komentar
Nama
Email
Website

× Chat via Whatsapp