Sosialisasi Kurikulum Merdeka

Pandemi Covid 19 membawa banyak dampak dalam berbagai sektor, salah satunya dalam bidang pendidikan, yaitu terjadinya ketertinggalan pembelajaran (learning loss). Hal ini menjadi tantangan bagi Kemendikbudristek untuk melakukan upaya pemulihan pembelajaran. Salah satu upaya yang ialah mencanangkan Kurikulum Merdeka.

Untuk memberikan pemahaman tentang kurikulum merdeka, Dharma Wanita Persatuan Pusat bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menyelenggarakan webinar Sosialisasi Kurikulum Merdeka (Rabu, 23/03/2022).

Ketua DWP Kemendikbudristek RI, Ibu Teti Aminudin Aziz menerangkan jika selama masa pandemi, orang tua dituntut untuk mendampingi proses pembelajaran anak terutama peran ibu sebagai fasilitator. Dengan adanya kurikulum merdeka ini diharapkan dapat mengatasi learning loss yang terjadi selama masa pandemi.

Ibu Franka Makarim sebagai Penasihat DWP Kemendikbudristek, sangat memahami kekhawatiran orang tua terhadap sistem pembelajaran di Indonesia akibat pandemi. Untuk itu, Kemendikbudristek RI meluncurkan kurikulum merdeka sebagai upaya pemulihan pembelajaran. Diharapkan dengan adanya kurikulum merdeka ini setiap anak mempunyai kemerdekaan didalam proses belajar.

“Untuk menjawab permasalahan pendidikan di era pandemi Covid-19, Kemendikbudristek tentunya mampu merancang strategi jangka panjang yang lebih efektif, efisien dan handal, yaitu dengan adanya kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka ini wajib diketahui dan dipahami oleh seluruh masyarakat termasuk anggota Dharma Wanita Persatuan di seluruh Indonesia”, ujar Ketua Umum DWP, Ibu Erni Tjahjo Kumolo.

Mendikbudristek RI, Bapak Nadiem Anwar Makarim mengatakan, inti dari kurikulum merdeka adalah merdeka belajar. Konsep ini dibuat untuk memberikan kemerdekaan bagi guru dan anak yang selama ini kurang leluasa didalam proses belajar dan mengajar.

Keunggulan dari kurikulum merdeka menurut Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Bapak Anindito Aditomo,S.PSi.,M.Phil.,Ph.D, adalah;
1. Belajar lebih sederhana dan mendalam
2. Belajar lebih relevan dan Interaktif
3. Belajar lebih merdeka