DWP Provinsi DKI Jakarta Gelar Halal Bihalal, Perkuat Solidaritas dan Peran Sosial
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan halal bihalal pada Selasa, 14 April 2026, bertempat di Tavia Heritage Hotel, Jakarta. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.
Ketua DWP Provinsi DKI Jakarta, Ibu Lisniawati Uus, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan kontribusi sosial. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif dalam berbagai bidang, seperti kegiatan sosial, pendidikan, dan kesehatan. Menurutnya, melalui peran tersebut, DWP dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
Selain itu, ia juga berharap momentum halal bihalal ini mampu memperkuat solidaritas antar anggota. Dengan kebersamaan yang terjalin, DWP Provinsi DKI Jakarta diharapkan semakin solid dan berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Sementara itu, Penasihat DWP Provinsi DKI Jakarta, Ibu Hani Pramono, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi penggerak semangat gotong royong. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Beliau juga berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat kemandirian serta mempererat kebersamaan di lingkungan DWP Provinsi DKI Jakarta. Ketua Umum DWP, Ibu Ida Budi G Sadikin dalam sambutannya menjelaskan bahwa momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis, saling memaafkan, serta mempererat kebersamaan.
Sebagai perempuan, sebagai ibu, dan sebagai bagian dari Dharma Wanita Persatuan, kita memegang peran penting sebagai penjaga harmoni kehidupan,menguatkan keluarga, menebarkan nilai kebaikan, dan menjadi teladan dalam setiap langkah.
Acara semakin bermakna dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz H. Kasif Heer. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan seharusnya membawa perubahan perilaku menjadi lebih baik. Ia mengibaratkan manusia seperti ulat yang berproses menjadi kupu-kupu, mengalami perubahan diri hingga menjadi lebih indah dan bermanfaat.
dharmawanita
DWP Provinsi DKI Jakarta Gelar Halal Bihalal, Perkuat Solidaritas dan Peran Sosial
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan halal bihalal pada Selasa, 14 April 2026, bertempat di Tavia Heritage Hotel, Jakarta. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.
Ketua DWP Provinsi DKI Jakarta, Ibu Lisniawati Uus, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan kontribusi sosial. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif dalam berbagai bidang, seperti kegiatan sosial, pendidikan, dan kesehatan. Menurutnya, melalui peran tersebut, DWP dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
Selain itu, ia juga berharap momentum halal bihalal ini mampu memperkuat solidaritas antar anggota. Dengan kebersamaan yang terjalin, DWP Provinsi DKI Jakarta diharapkan semakin solid dan berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Sementara itu, Penasihat DWP Provinsi DKI Jakarta, Ibu Hani Pramono, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi penggerak semangat gotong royong. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Beliau juga berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat kemandirian serta mempererat kebersamaan di lingkungan DWP Provinsi DKI Jakarta. Ketua Umum DWP, Ibu Ida Budi G Sadikin dalam sambutannya menjelaskan bahwa momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis, saling memaafkan, serta mempererat kebersamaan.
Sebagai perempuan, sebagai ibu, dan sebagai bagian dari Dharma Wanita Persatuan, kita memegang peran penting sebagai penjaga harmoni kehidupan,menguatkan keluarga, menebarkan nilai kebaikan, dan menjadi teladan dalam setiap langkah.
Acara semakin bermakna dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz H. Kasif Heer. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan seharusnya membawa perubahan perilaku menjadi lebih baik. Ia mengibaratkan manusia seperti ulat yang berproses menjadi kupu-kupu, mengalami perubahan diri hingga menjadi lebih indah dan bermanfaat.