Menyiapkan Ekosistem untuk Membangun Literasi dalam Keluarga
Peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan tonggak awal yang menjadikan bangsa Indonesia menjunjung bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia.
Dalam rangka bulan bahasa yang jatuh pada bulan Oktober ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek bekerjasama dengan DWP Pusat menyelenggarakan webinar dengan tema “Menyiapkan Ekosistem untuk Membangun Literasi dalam Keluarga,” Selasa, 26 Oktober 2021.
“Dasar dari literasi awalnya adalah membaca dan menulis tetapi kini semakin dikembangkan, bukan hanya mengenal huruf, angka atau suara tetapi juga mampu menganalisa juga kreatif.” Kemampuan ini yang harus dimiliki setiap orang karena kreatifitas itu tanpa batas,” disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Bapak E Aminudin Aziz mewakili Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Bapak Nadiem Makarim.

Penasihan DWP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Ibu Franka Makarim mengatakan ditengah perkembangan media sosial, mengakibatkan anak lebih memilih menggunakan gawai dibandingkan dengan membaca buku.
Beberapa cara yang diperlukan untuk membentuk kebiasaan membaca bagi anak adalah dengan menyediakan buku bacaan di rumah, membiarkan anak memilih buku yang ingin di baca juga mengajak anak untuk mendiskusikan buku yang telah dibaca.

“Keluarga memiliki peran strategis dalam pencapaian literasi anak, karena sejatinya keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama yang menanamkan pengetahuan dan nilai-nilai bagi setiap anak,” dikatakan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Ibu Erni Tjahjo Kumolo saat membuka acara webinar ini.

Ibu Kisyani Laksono saat menyampaikan materi, menjelaskan bagaimana strategi membangun budaya literasi, yaitu dengan mengondisikan lingkungan fisik ramah literasi, mengupayakan lingkungan sosial dan afektif juga mengupayakan sekolah/rumah sebagai lingkungan akademik yang literat.

Kurang dari 1% orang tua yang rutin membaca bersama anak di rumah, artinya keterlibatan orang tua sejak usia dini belum terwujud. Ibu Najelaa Shihab menjelaskan bagaimana aksi kolaboratif untuk literasi dalam keluarga, yaitu dengan pelibatan orang tua dalam proses belajar di satuan pendidikan, dukungan lebih untuk menerbitkan buku-buku berkualitas dan pengembangan potensi penulis serta illustrator dari berbagai latar belakang dan usia.

Pada acara webinar ini juga diserahkan hadiah secara simbolis kepada para peserta oleh Ketua I DWP Pusat Ibu Yani Agung Kuswandono didampingi Ibu Teti Aminudin Aziz.

