• Audiensi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diwakili oleh Deputi Bidang Pencegahan, Bapak Lilik Kurniawan beserta jajarannya menemui Ketua Umum DWP Ibu Ernie Tjahjo Kumolo, Sekjen DWP Ibu Endang F. Atmaji beserta beberapa pengurus DWP Pusat di Gedung DWP Pusat, Jakarta Selatan, Selasa (03/03/2020) dalam rangka penyampaian......

  • Audiensi Femina

    Perwakilan Femina Group, Ibu Svida Alijsahbana (CEO Femina Group), Ibu Sari Wardi, dan Ibu  Yosepti menemui Ketua Umum DWP Ibu Erni Tjahjo Kumolo beserta Ibu Endang F. Atmaji (Sekjen DWP), Ibu Ninuk Zudan AF (Ketua III DWPP) dan Ibu D. Sasanti Sidharta (Kepala Bagian Organisasi)......

  • Bakti Sosial DWP Peduli Bersama Lawan Covid-19

    Jakarta, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat telah menyelenggarakan bakti sosial bertemakan “DWP Peduli Bersama Lawan Covid-19” hari kamis, 23 April 2020 di kantor DWP Pusat, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat telah menyelenggarakan bakti sosial bertemakan “DWP Peduli Bersama Lawan Covid-19″ di Kantor DWP Pusat, Jakarta. “Kegiatan......

  • GERAKAN BERWAKAF di MASA PANDEMI”

      CWLS, sebagai salah satu intrumen investasi dimana imbal hasilnya digunakan untuk berwakaf, Dharma Wanita Persatuan Kementerian Keuangan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR), mengadakan webinar edukasi dan sosialisasi Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), dengan tema “Gerakan Berwakaf di masa Pandemi”. Sekaligus......

  • Halal Bi Halal Bersama Seluruh DWP Se-Indonesia Secara Virtual

    Jakarta, Dharma Wanita Persatuan Pusat kembali menggelar Halal bi Halal bersama seluruh DWP se-Indonesia secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, Kamis (04/06/2020), dalam kegiatan Halal bi Halal  turut hadir Bapak Achmad Yurianto sebagai narasumber dalam topik tatanan New Normal Memasuki fase “the new normal”, sebagai......

Sosialisasi penyelamatan arsip di lingkungan Organisasi Massa dan Organisasi Politik.

Dalam rangka menyelamatkan memori kolektif bangsa Arsip Nasional RI (ANRI), menyelenggarakan sosialisasi penyelamatan arsip di lingkungan Organisasi Massa (Ormas) dan Organisasi Politik (Orpol), Kamis 5 November 2020. Dari Dharma Wanita Persatuan Pusat dihadiri Ketua Administrasi Umum Ibu Ati Andy.

Acara dibuka dengan pemaparan materi oleh Direktorat Akuisisi Arsip Nasional Republik Indonesia, Bapak Rudi Anton, S.H., M.H, dikatakan bahwa beberapa permasalahan yang terjadi di organisasi massa maupun organisasi politik diantaranya adalah penumpukan arsip di unit-unit kerja maupun di gudang atau depo dokumen karena penyusutan arsip tidak rutin dan sistemik, inefisiensi peralatan dan ruang simpan, keraguan dan/atau ketidakpastian dalam melakukan pemusnahan arsip dan penyelamatan arsip statis tidak berjalan secara sistemik.
Untuk itu maka diperlukan penyelamatan arsip denga cara pemindahan arsip, pemusnahan arsip dan penyerahan arsip statis.

Pemaparan kedua disampaikan oleh Kordinator Kelompok Penyelenggaraan Akuisisi Arsip Statis di Perseorangan, Ormas , Orpol, dan Wawancara Sejarah Lisan, Ibu Yosephine Hutagalung, di terangkan bahwa arsip berdasarkan fungsinya dibagi menjadi dua yaitu Arsip Dinamis adalah arsip yang dipergunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu dan Arsip Statis adalah arsip yang dihasilkan oleh pencipta karena memiliki nilaiguna kesejarahan, telah habis retensinya, dan berketerangan dipermanenkan, yang telah diverifikasi secara langsung maupun tidak langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia dan/atau lembaga kearsipan.
Tujuan dilakukakan akuisisi arsip statis sebagai upaya peyelamatan arsip yang merupakan memori bersama bangsa dan Negara ini untuk kepentingan generasi mendatang.

Dilanjutkan dengan pemaparan materi selanjutnya oleh Dra. Sulistyowati,MM. Jadwal Retensi Arsip (JRA) adalah daftar yang berisi sekurang-kurangnya jangka waktu penyimpanan atau retensi, jenis arsip, dan keterangan yang berisi rekomendasi tentang penetapan suatu jenis arsip dimusnahkan, dinilai kembali, atau dipermanenkan yang dipergunakan sebagai pedoman penyusutan dan penyelamatan arsip.
Pencipta arsip harus memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) karena untuk menjamin penyelamatan arsip kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, menjadi pedoman dalam pelaksanaan penyusutan arsip, mewujudkan pengelolaan arsip yang efektif dan efisien dan menghindari keraguan dalam penyusutan arsip.

Acara ditutup dengan tanya jawab.

Bagikan ke :
Tidak ada komentar

Berikan komentar

Kolom komentar
Nama
Email
Website

× Chat via Whatsapp