Peran Dharma Wanita Persatuan dalam Mewujudkan Anak Indonesia yang Literat Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam rangka penguatan budaya baca dan kecakapan literasi, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melaksanakan kegiatan pembudayaan kegemaran membaca dan literasi. Acara ini sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan dan Hari Ibu Tahun 2025 yang bertema “Peran Dharma Wanita Persatuan dalam Mewujudkan Anak Indonesia yang Literat Menuju Indonesia Emas 2045”, diselenggarakan pada, Selasa (23/12) di Jakarta.

Kegiatan ini adalah bagian dari upaya Perpusnas untuk memperkuat budaya literasi di Indonesia dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi wanita, demi menciptakan generasi penerus yang unggul. Bapak Adin Bondar, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional mengatakan, bahwa perpustakaan harus memfasilitasi anak dalam pengembangan budaya dan memberikan anak-anak akses sumber informasi yang dibutuhkan.

Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Ibu Ida Budi Gunadi Sadikin berharap kedepannya DWP dapat bersinergi dengan perpustakaan nasional sehingga kemampuan literasi anak-anak dapat makin ditingkatkan lagi.

Pada acara ini juga dihadirkan narasumber ahli literasi, yaitu Ketua DWP Perpustakaan Nasional sekaligus Ketua 1 DWP Pusat, Ibu Teti Herawati Aminudin Aziz yang memberikan tips bagaimana caranya meningkatkan literasi anak yaitu dengan melakukan membaca bersama, menggunakan teknologi juga yang tidak kalah penting mengembangkan kemampuan menulis.

Direktur Asia Foundation untuk Indonesia, Ibu Hana A. Satriyo menjelaskan bahwa kemampuan membaca, menulis dan berpikir kritis sejak usia dini akan membentuk generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menciptakan inovasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebagai penutup Presidium Kongres Advokat Indonesia sekaligus Staf Ahli DWP Pusat, Ibu. D. Sasanti Sidharta menjelaskan, seorang perempuan yang melek hukum bukan hanya melindungi dirinya tetapi juga menjamin bahwa rumahnya adalah “sekolah hukum” yang melahirkan anak-anak bangsa yang berintegritas dan sadar akan hak dan kewajiban.