Peran Perempuan dalam Penguatan Wawasan Kebangsaan
Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke – 76, Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan dialog Kebangsaan dengan tema “Peran Perempuan dalam Penguatan Wawasan Kebangsaan,” Senin 23 Agustus 2021.
Acara diawali dengan sambutan Ketua DWP Provinsi Jawa Tengah, Ibu Irene Prasetyo Ariwibowo. “Perempuan adalah ibu rahim dari negara, yang dapat melahirkan dan mendidik generasi penerus, yang menjadi pemimpin dan merawat bumi persada Indonesia”, ungkap Ibu Irene.
Deputi I BPIP, Ir. Prakoso, MM menyampaikan, “negara memerlukan dukungan sepenuhnya dari perempuan, untuk menjaga keberlangsungan alam, untuk menggerakkan perekonomian keluarga dan masyarakat dan juga untuk membentuk karakter.
“Perempuan Indonesia telah menunjukan kontribusi nyatanya dari generasi ke generasi untuk memajukan bangsa. Peran perempuan sejatinya tidak hanya membangun diri dan keluarganya, tetapi juga membangun masyarakat dan negara. Negara akan kuat jika ada perempuan kuat di dalamnya”, ujar Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Ibu Erni Tjahjo Kumolo.
Ketua Umum BKOW Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, MSi, mengatakan, “di masa pandemi banyak perempuan yang menghadapi tantangan di berbagai sektor kehidupan. Hal ini membawa pengaruh kepada kehidupan sosial masyarakat, untuk itu maka penanaman nilai 4 konsensus (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) sangat penting untuk dilakukan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaannya”.
Ibu Allisa Wahid, selaku National Director of Gusdurian mengatakan, “bila anak tidak mendapatkan penguatan nilai cinta tanah air, maka anak tidak akan mengenal bangsanya, anak tidak memiliki kesamaan akar nilai, anak sulit respect pada sesama dan menemui kesulitan dalam bekerja sama”.
“Perempuan harus dapat menjadi pelindung bagi keluarga, Untuk itu perempuan harus mempunyai kemampuan yang mumpuni,” disampaikan oleh aktifis/penggiat sosial, Ibu Christine Hakim, sebagai paparan terakhir pada acara dialog hari ini.